Mie Ayam Bakso Semangkuk Rasa Oriental

Mi-ayam-Bakso-Nuklir-Jombang-Semangkuk-Rasa-OrientalSaya pendatang baru nih di Jombang. Saya hijrah ke kota yang bisa dicapai dalam waktu 2 jam dengan mobil ini sejak 6 bulan yang lalu. Jujur, saya jarang banget wisata kuliner di Jombang. Soalnya, selain karena adi sini saya tidak membawa kendaraan (ada bus karyawan untuk transportasi ke kantor) kawan yang bisa diajak wisata kuliner pun minim. Apalagi yang tinggal du Jombang kota terbikang mini.

Suatu hari mas pacar saya datang dari Jogja untuk menjenguk (yeeey….akhirnya bisa bisa pacaran!!! *mata berkaca-kaca* #LDR) dan kami muter-muter Jombang dengan clueless untuk mencari asupan makan siang. Menurut saya, kuliner Jombang itu marak dengan street food dan mayoritas adalah warung tenda. Nah, ciri makanan warung tenda itu biasanya mulai tersedia di sore hari. Singkat kata, karena sudah pasrah dan habis ide mau makan di mana, akhirnya kami memutuskan makan mie ayam.

Masalahnya, saya yang sudah 6 bulan di Jombang ini belum tahu dimana ada Mi Ayam yang recommended. Dengan modus mau salat dzuhur terlebih dahulu baru kemudian melanjutkan pengelanaan kami mencari makan siang, kami menuju masjid agung Jombang yang punya menara baru yang cantik. Selesai shalat kami bertanya kepada PAk PArkir dimana ada warung mi ayam. Awalnya si Bapak bilang kalau di Alun-alun juga banyak kok gerobak mi ayam, tapi saya nggak mau makan yang gerobakan. Mau yang lebih higienis lah. 😛

Rutenya: dari Alun-Alun Jombang ambil arah ke Kebon Rojo, setelah itu lanjutkan dengan menuju ke RSUD Jombang. Dari lampu merah RSUD terus lagi, tapi kali ini sambil tengok kanan dan perhatikan ada warung “BAKSO NUKLIR” yang juga menjual Mi Ayam dan Siomay. Dekat dengan kantor polisi kok.

Setelah memesan Mi Ayam 2 porsi dan menunggu sbentar akhirnya mi ayam kami tiba dengan selamat di meja. Ditemani segelas Es Cinta yang bagi saya tidak beda jauh dengan soda gembira; Layer pertama adalah sirup berwana pink susu, disusul lapisan kedua yaitu susu kental manis dan layer paling atas adalah club soda yang berfungsi sebagai cairan dilusinya.

Mi Ayam di sini tergolong berbeda dengan mi ayam yang biasa saya makan. Hidung saya menangkap ada aroma minyak wijen dari bumbunya. Bila mie ayam pada umumnya menggunakan minyak bawang saja pada umunya, di warung ini ternyata mereka juga memakai minyak wijen. Minyak wijen adalah salah satu elemen penyedap yang biasa digunakan di mayoritas makanan Oriental, rumpun makanan Cina, Korea dan Jepang gitu lah. Aroma minyak wijen yang khas dengan wangi unik ini adalah favorit saya diantara bumbu penyedap makanan oriental lainnya.

Ayam yang digunakan pun adalah ayam suwir shredded chicken (maafkan saya yang kurang tahu bagaimana Bahasa Indonesianya yang tepat), Jika biasanya mi ayam menggunakan potongan dadu ayam yang dimasak dalam bumbu kecap, ayam di sini berwarna putih tanpa kecap. Ayam ini disendokkan dalam jumlah yang cukup bersama kepingan bawang goreng yang harum, kepingan pangsit yang renyah, dan sawi hijau rebus.

Mi Ayam “Bakso Nuklir” Jombang = Rp 6000
Es Cinta = Rp 6000

Leave a Response