DIET? Boleh… Asal…

artikel-5Semua diet selalu berkaitan dengan turunnya berat badan, tetapi banyak yang tidak bertahan lama. Ingatlah bahwa diet yang tepat tak hanya untuk itu, tetapi membiasakan diri hidup sehat yang akhirnya membawa kehidupan lebih seimbang dan aktif. Dengan begitu, diet menjadi salah satu faktor penting yang berpengaruh pada usia.

 

Diet berasal dari bahasa Yunani, yaitu diaita yang menggambarkan gaya hidup seseorang dalam mengatur pola makan yang baik dan benar dengan memilih makanan yang berkualitas dan bernutrisi. Jadi, bukan hanya sekadar mengurangi porsi makan secara drastis.

Semua fase diet didasarkan pada prinsip yang sama, yaitu makan setiap 3-4 jam, 3 kali makanan padat, dan 2 kali snack dalam sehari.

Menurut dr. Emilia Slamat, CIB, Mnutrition, berat badan sebaiknya diturunkan secara bertahap. Idealnya, dalam melakukan diet, kita bisa mengurangi asupan sekitar 500-1.000 kal/hari. Jadi dalam seminggu total kalori yang hilang sekitar 3500-7000 kal, sehingga berat badan pun bisa berkurang 0,5-1kg perminggu.

Diet tanpa rasa lapar

Seperti apakah itu? Diet ini memuat porsi protein yang lebih banyak dibandingkan porsi lainnya, sehingga membuat tubuh lebih lama kenyang. Mengapa? Karena protein diketahui memiliki efek termik yang tinggi -yakni proses pemakaian energi untuk mengubah makanan yang kita konsumsi.

 

Selain itu, banyak ahli gizi yang menganjurkan diet dengan memperhatikan indeks glikemik (IG) dari makanan yang kita asup. IG bukan Instagram lho ya, hehe. IG adalah angka yang menunjukkan potensi peningkatan gula darah dari karbohidrat yang tersedia pada suatu bahan pangan. Semakin tinggi IG, semakin cepat karbo diolah menjadi gula dan produksi insulin pun meningkat.

Makanan dengan IG tinggi sebaiknya dihindari karena berpotensi membuat orang cepat menjaid gemuk dan memicu obesitas, karena kelebihan energi yang tak terpakai akan dismpan dalam bentuk lemak. Tidak hanya itu, jenis makanan ber IG tinggi bisa enyebabkan gangguan kesehatan, seperti meningkatkan kadar gula darah, menekan kolesterol baik, meningkatkan resiko serangan jantung dan diabetes.

Contoh makanan berIG tinggi adalah yang bercita rasa manis, seperti sirup, soft drink, olahan tepung (kuekering dan kue tart). Sementara jenis makanan dengan IG rendah yang baik untuk dikonsumsi adalah buah (misalnya jeruk bai – IG =25, apel -IG =38) dan sayuran. Makanan dengan IG rendah dilaporkan mampu menurunkan berat badan.

tabel-02

Teks : Dian Oktovina Editor : Way

Leave a Response