BULAN PUASA? SIAPA TAKUT…

ramadhan 1Ramadhan kembali mengetuk pintu hidup kita.
Apa yang sudah kita lakukan untuk menyambutnya?

Kita ini adalah para praktisi yang in sya Allah akan kembali dijumpai oleh Ramadhan. Mengapa disebut praktisi? Karena sudah puluhan tahun kita bertemu dengan Ramadhan, tentu sudah banyak pengalaman Ramadhan yang kita lalui. Namun, banyaknya pengalaman berjumpa dengan Ramadhan ternyata bisa jadi bumerang bagi diri kita sendiri..

Kaedah dari ulama, “Seringnya berinteraksi, dapat menghilangkan sensitifitas”.
Sebagai contoh, saat kita menyemprotkan parfum di tubuh atau pakaian, berapa lama aroma parfum itu dapat tercium oleh kita? Mungkin hanya 10 – 15 menit, setelah itu hilang. Selebihnya hanya orang disekeliling kita yang dapat menciumnya. Mengapa? Karena kita sudah terbiasa..

Kita sekeluarga pindah ke rumah yang lingkungannya dekat pusat tempat pembuangan sampah. Hari ke-1, keluar rumah sedikit mungkin muntah. Hari ke-2 mual. Hari ke-3 cukup tutup hidung. Hari ke-7, sudah bisa jogging. Mengapa? Karena kita sudah terbiasa..

Orang yang pertama kali umrah, liat Ka’bah pasti nangis. Mau jenggotnya selebat apapun, pasti nangis. Hari ke-7, thawaf nya udah nggak lagi di Ka’bah, tapi di Zam Zam Tower.. Ada perbedaan dari hari pertama hingga hari ke-7, mengapa? Karena sudah merasa biasa, saudaraku.. Biasa..

Sungguh berbahaya jika ini terjadi pada para praktisi yang sudah puluhan tahun berjumpa dengan Ramadhan..

Ramadhan jika tidak disikapi dengan benar, bisa jadi musibah di hari Kiamat. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Telah datang malaikat Jibril dan ia berkata : ‘Celaka seseorang yang masuk bulan Ramadhan tetapi keluar dari bulan Ramadhan tidak diampuni dosanya oleh Allah dan katakanlah amin!’, maka aku berkata : ‘Amin’.
Begitu mengerikannya jika kita menyia-nyiakan Ramadhan dan hanya bersikap nothing to lose saja.. Akan habis kita..

Baca lanjutannya di Apa Saja yang Kita Lakukan Selama Ramadhan Selain Puasa?

Leave a Response