Apa Saja yang Kita Lakukan Selama Ramadhan Selain Puasa? Part 2

ramadhan 24) Perbanyak Istighfar dan Taubat.

Ulama mengatakan, bahwa yang membuat kita malas beribadah adalah beban dosa. Dan cara menghapusnya adalah dengan memperbanyak Istighfar dan taubat.

 

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam banyak mengucapkan,

“Astaghfirullah wa atubu ilaih”

(Aku memohon ampun kepada Allah dan aku bertaubat kepadanya),

 

padahal ia telah dijamin Surga oleh Allah. Mari saudaraku, kita berusaha untuk menjauhkan diri dari maksiat, karena satu maksiat akan mengundang maksiat lainnya.

 

5) Syi’ar kita “Laa hawla wa laa quwwata illa billah”

Bertumpulah kepada Allah, jangan kepada pengalaman. Memohonlah kepada Allah agar di Ramadhan tahun ini Allah beri kita kekuatan serta kemudahan untuk menjalankan amalan-amalan, dan jangan sesekali berkata, “Ah.. Ramadhan tahun lalu gue full kok..”.
Allah berfirman dalam ayat-Nya,

“Sesungguhnya Allah telah menolong kamu (hai para mu’minin) di medan peperangan yang banyak, dan (ingatlah) peperangan Hunain, yaitu diwaktu kamu menjadi congkak karena banyaknya jumlah (mu), maka jumlah yang banyak itu tidak memberi manfa’at kepadamu sedikitpun, dan bumi yang luas itu telah terasa sempit olehmu, kemudian kamu lari kebelakang dengan bercerai-berai.” (QS. At Taubah: 25).
Ketika perang Hunain, terdapat banyak pakar perang, yang mana diantaranya ada sang panglima terkuat sepanjang masa, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Namun karena ada segelintir pasukan yang memiliki rasa ‘ujub (congkak) dalam hatinya, Allah buat Rasulullah beserta pasukannya gagal.. Jangan sampai hal ini terjadi pada Ramadhan kita.

 

6) Buat target, buat schedule dan berani menunda sebagian aktivitas dunia

Buat target untuk mengkhatamkan al-Qur’an. Seminimal-minimalnya satu kali khatam. Namun tak akan tercapai target jika tidak diatur schedule nya.

Contoh: Ramadhan = 30 hari. 1 hari = 1 Juz. 1 Juz = (± 10 lembar). 10 lembar = 2 lembar/1 waktu shalat. Mudah, bukan?

Selain membuat target dan mengatur jadwal, kita juga harus berani memprioritaskan akhirat. Sangat sayang jika bulan Ramadhan hanya dihabiskan untuk bukber SD, SMP, SMA, kampus, kantor dan lain-lain, yang dengan itu seringkali shalat jadi terlalaikan, tarawih kerap ditinggalkan. Ramadhan hanya sebentar saudaraku..

 

7) Doktrin diri.

Bangun perasaan bahwa bisa jadi ini menjadi kesempatan terakhir kita bertemu Ramadhan. Supaya dapat selalu menjadi motivasi diri untuk terus menjaga semangat beribadah dari hari pertama hingga hari kemenangan tiba.

 

Semoga bermanfaat.

Leave a Response