Gigi Gigis Haruskah Dicabut?

Artikel_1170x660px-04“Sebenarnya apakah gigis itu? Samakah dengan karies? Apakah dampaknya bagi perkembangn gigi anak? Dan bagaimana solusinya?” Nah, disini kita akan membahas semuanya.

Pertanyaan di atas adalah hal yang sering dicemaskan orang tua saat melihat hampir semua gigi anaknya berubah menjadi coklat hampir kehitaman atau bahkan sudah rata dengan gusi. Gigis alias gigi geripis yang dalam bahasa kedokteran disebut rampan karies adalah suatu kondisi gigi berlubang pada bayi dan anak yang ditandai dengan munculnya karies di sekitar gigi. Karies dengan pola khas seperti ini biasanya terjadi pada bayi dan anak di bawah 5 tahun yang mempunyai kebiasaan minum susu botol, air susu ibu (ASI), atau cairan manis sampai tertidur atau dihisap terus-menerus sepanjang hari. Hal ini juga diperparah dengan rendahnya kesadaran orang tua untuk menjaga kebersihan gigi anaknya. Pada umumnya rampan karies terjadi pada gigi susu, yaitu gigi yang pertama kali tumbuh sebelum digantikan dengan gigi permanen (gigi tetap).
Rampan karies mempunyai dampak yang cukup besar bila tidak segera ditangani. Karies dapat menimbulkan rasa sakit/nyeri sehingga anak akan rewel dan susah makan serta proses mengunyah makanan akan terganggu. Selain itu, kondisi ini juga bisa mengurangi rasa percaya diri orang tua dan anak serta berdampak pada pertumbuhan gigi permanen.
Prinsip penanganan rampan karies adalah menjaga agar gigi sulung tetap berada di tempatnya hingga gigi permanen tumbuh dan menjaga agar gigi sulung tidak menimbulkan rasa sakit/nyeri. Pencabutan gigi bukanlah satu-satunya penanganan rampan karies. Pencabutan dini dapat menimbulkan dampak pada gigi permanen. Gigi permanen yang akan tumbuh tidak mempunyai panduan lagi dan dapat tumbuh di tempat yang tidak seharusnya, gigi tetangga bisa bergeser atau berubah sehingga memperpendek lengkung rahang. Tetapi ada kondisi tertentu yang mengharuskan gigi rampan karies dicabut. Perawatan yang diperlukan setelah dilakukan pencabutan dini yaitu pemakaian gigi palsu atau management space untuk menghindari dampak pencabutan dini.
Pemeliharaan gigi sulung juga tidak kalah penting dibandingkan gigi permanen. Perawatan yang dapat dilakukan pada rampan karies, yaitu menghentikan proses karies dengan penambalan, trepanasi apabila terjadi abses (bengkak) kemudian pemberian obat-obatan melalui oral, anjuran untuk melakukan diet kontrol, dan intruksi menjaga kebersihan gigi dan mulut.
Diperlukan kerjasama yang baik antara anak, orang tua, dan dokter gigi karena anak masih dalam taraf memerlukan bimbingan yang ketat dan cara yang baik. Diharapkan orang tua bisa memberi contoh dan mengawasi anak serta melakukan kunjungan ke dokter gigi secara berkala. Bukankah mencegah lebih baik dibandingkan mengobati?

Leave a Response